Read more
Sekali lagi juga ketika kita mendengar kata
“pemuda” orang akan berpikir tentang semangat juang yang tinggi, inovasi dan
kreasi yang tiada henti, serta generasi pewaris dan penerus bangsa. Nasib
bangsa ada di tangan pemuda. Akan kah kita bawa bangsa ini ke kanan atau ke
kiri, naik ke atas atau turun ke bawah? Oleh karena itu, Pemuda Islam itu harus
tawazun dalam kehidupan sehariharinya, yaitu seimbang antara kehidupan dunia
dan akhiratnya. Tapi kita semua telah di kagetkan oleh sebuah fakta pasti bukan
saya saja yang telah menemukan begitu banyak masjid-masjid dan mushola-mushola
yang mayoritas jama’ah yang disana hanya didapatkan orang-orang yang sudah
lanjut usia, atau bahkan pernah saya temukan ada mushola yang letaknya sangat
strategis yaitu di pertengahan rumah-rumah yang padat penduduk tapi jama’ah
ketika sholat maghrib hanya ada berisikan para orang tua lansia dan anak-anak
kecil, Seruan yang mendayu-dayu ketika adzan berkumandang untuk memanggil
orang-orang yang mengaku dirinya Muslim untuk sejenak meninggalkan aktifitas
dunia guna menghadapkan dirinya dengan penuh kesyukuran dan kekhusyukan kepada
Sang Pencipta, kini sudah banyak yang tidak merasakan untuk tergerak hatinya
sejenak untuk beribadah kepada-Nya, Ada perasaan sedih dan khawatir ketika
mendengar lantunan adzan tersebut yang serak dan putus-putus. Wajar saja karena
sang muadzin sudah cukup berumur bahkan beruban. KEMANAKAH ANAK - ANAK MUDA
ISLAM YANG BERBADAN TEGAP DAN BERSUARA LANTANG?
Peristiwa- peristiwa diatas sekali lagi
bukanlah cerita rekayasa ataupun dongeng, tapi ini adalah penemuan fakta, yang
pasti tidak hanya terjadi di daerah tempat saya tinggal, Pemuda sekarang juga
lebih suka dengan kesenangan dunia dan main-main. lebih suka dudukduduk di
pasar, main game di dunia maya atau Facebookan, atau ngobrol tanpa kenal waktu
dan begadang tanpa kenal lelah. Perannya dalam masyarakat seakan hilang dan
menurun drastis. Sungguh tega kita membiarkan orang-orang yang sudah tua renta
melakukan berbagai aktivitas sosial dan keagamaan. Sementara kita?,
keterlaluan!!! ( mungkin saya juga bisa termasuk ni L)
Usia muda merupakan usia produktif. Banyak
sahabat Nabi SAW yang mempunyai pengaruh besar justru dari kalangan muda. Sebut
saja Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin
Thalib yang mempunyai pengaruh besar dalam perjuangan da'wah Islamiyah. Lihat
lah juga siapa tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia! Mereka adalah pemuda
Soekarno, Bung Hatta, Bung Tomo, dan lainlain. Coba perhatikan siapa tokoh
revolusioner dunia? Kebanyakan mereka adalah orang-orang muda yang sadar akan
kemampuan dan perannya terhadap perkembangan dunia. Permasalahannya adalah
pemuda sekarang itu menghadapi krisis nilai, krisis identitas, dan krisis
kualitas. Kita tidak tahu jati diri kita lagi. Kalau pun kita mengaku diri kita
Muslim, identitasnya cuma bisa dibuktikan di Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja.
Sementara kewajiban sebagai seorang Muslim seperti shalat lima waktu kita
abaikan dan tinggalkan. Naudzubillah min dzalik.. Ketika kita tidak tahu lagi
jati diri kita yang sebenarnya, maka jangan berharap kita mempunyai nilai dan
kualitas di mata orang lain, sebenarnya ada hubungannya juga dengan pemahaman
akan konsep diri agar sepenuhnya kita menyadari apa makna kata “pemuda” yang
sesungguhnya.
Setelah saya banyak menjabarkan pengertian-pengertian
yang begitu banyak telah saya temukan arti dari kata pemuda tersebut, yang
bahkan kalau saya uraikan semua itu di disini bisa jadi tidak akan cukup
halaman yang disediakan disini untuk menampung pengertian pemuda baik secara
umum dan juga secara khusus, berlebihan ya? Hhe… Tapi memang itu adalah
fakta..!! bahwa, begitu banyak sejarah-sejarah besar yang telah diukir dan
diwarnai oleh tangan-tangan pemuda. Kalau kita sudah mengerti, memahami, dan
menyadari makna kata “pemuda” yang sesungguhnya, maka sungguh kita tidak akan
berdiam diri dan lalai dengan dunia.
oLeh : Suhail
Read more
Seorang pemuda islam juga harusnya mempunyai
karakter-karakter yang begitu menarik, disini ada beberapa ciri karakter
seorang generasi pemuda islam, dengan cara kita menyadari akan fitrah kita yang
telah diberi misi hidup yang itu memang telah secara ototmatis kita menerima
itu, yang biasa kita kenal dengan istilah “Misi Hidup itu Given”, oleh karena
itu setiap umat beragama yang memang telah menyadari bahwa di dalam dirinya
sudah di ‘tuntut’ sebagai estafet dakwah dan penerus atau kontributor peradaban
yang baru tidak mempunyai waktu untuk berdiam diri MENUNGGU PEMBERIAN, tapi
BERIKANLAH apa yang kita bisa saat ini untuk agama kita.
Sebagai sumber ilmu dan rujuan terbaik,
al-Qur`an tidak hanya menyebutkan para pemuda tersebut sebagai sebuah kisah
yang indah, tapi juga menjelaskan karakteristik sosok pemuda ideal bagi
generasi berikutnya. Ia tak cukup untuk dikenang saja tapi nilai yang paling
utama adalah meniru perilaku dan akhlak mereka sebagai teladan-teladan terbaik
yang pernah ada. Berikut beberapa karakter yang seharusnya dimiliki oleh
seorang pemuda islam yaitu :
1. Memiliki syaja’ah atau keberanian, berani
dalam apa? Tawuran? Bertindak kriminal? Sama sekali TIDAK, menurut saya mereka
malah lemah, dalam hal apa? Lemah karena tidak bisa mengalahkan musuh yang
sebenarnya yang tidak bisa dilihat dan makhluk yang bahkan juga telah di laknat
oleh Allah, tapi keberanian yang sesungguhnya adalah mereka yang berani untuk
mengatakan yang benar dan mengatakan bahwa itu salah. Teladan yang spektakuler
telah di ajarkan oleh pemuda Ibrahim pada masa Raja Namrudz, penguasa tirani
ketika itu. Dengan gagah berani Ibrahim menghancurkan sekumpulan berhala kecil,
lalu menggantung kapaknya ke leher berhala yang paling besar. Ibrahim ingin
memberikan pelajaran kepada kaumnya bahwa menyembah berhala itu sama sekali
tidak mendatangkan manfaat dan menolak bahaya. Kisah ini telah dikisahkan
secara bertutur dalam surah Al-Anbiya [21]: 56-70.
2. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi untuk
mencari dan menemukan kebenaran atas dasar ilmu pengetahuan dan keyakinan.
Seorang pemuda Muslim tak mengenal kata berhenti dari belajar dan menuntut ilmu
pengetahuan. Semakin banyak ilmu yang dimilikinya, akan menghantarkan ia
menyadari betapa banyak ilmu yang belum diketahui. Firman Allah, “Dan
(ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku
bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah berfirman: “Belum yakinkah
kamu ?” Ibrahim menjawab: “Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku
tetap mantap (dengan imanku).” (Al-Baqarah [2]: 260).
3. Selalu berusaha dan berupaya untuk
berkelompok dalam bingkai keyakinan dan kekuatan akidah yang lurus. Sikap
mereka layaknya pemuda-pemuda Ashabul Kahfi yang dikisahkan Allah dalam surah
al-Kahfi. Mereka berkumpul untuk merencanakan sebuah kebaikan dan saling
menguatkan di dalamnya. Bukan berkelompok untuk mengadakan perundingan jahat
atau merencanakan suatu keburukan. Jadi, para pemuda Muslim berkelompok bukan
sekadar untuk huru-hara, kongkow-kongkow yang tidak jelas, seperti yang banyak
terdapat di pinggiran jalan atau dimana saja tanpa memperhatikan waktu. Tetapi
pemuda islam itu berkelompok dalam kerangka ta’awun ala al-birri wa at-taqwa
atau saling menolong untuk kebaikan dan ketakwaan, bukan berkerjasama dalam
perbuatan dosa dan permusuhan.
4. Selalu berusaha untuk menjaga akhlak dan
kepribadian sehingga tidak terjerumus pada perbuatan asusila. Dalam kondisi sekarang,
hal ini menjadi suatu hal yang sangat berat. krisis moral yang menimpa
masyarakat khususnya para pemuda. Belum lagi masuknya budaya Barat yang begitu
menggila di tengah masyarakat menjadikan pergaulan islami menjadi sesuatu yang
sangat mahal saat ini. Kisah kepribadian Nabi Yusuf sangat layak dijadikan
teladan bagi para pemuda. Kala itu pemuda Yusuf digoda oleh Zulaikha di dalam
ruangan tertutup. Tak ada seorang pun yang tahu perbuatan mereka selain mereka
berdua saja. Namun dengan akhlak yang terjaga serta pertolongan Allah tentunya,
akhirnya sang pemuda tampan itu bisa lolos dari jeratan bujuk rayu Zulaikha
yang dibisikkan oleh setan laknatullah. Allah berfirman, “Sesungguhnya wanita
itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun
bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda
(dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran
dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih. (Yusuf
[12]: 22-24)
5. Memiliki etos kerja dan etos usaha yang
tinggi. Jati diri pemuda Muslim terlihat pada sikap tidak pernah menyerah pada
rintangan dan hambatan. Ia memandang berbagai kesulitan hidup adalah peluang
untuk mengukir prestasi dan sarana kematangan jiwa. Kekurangan materi yang
melilit kehidupan sehari-hari, kesusahan hidup yang terus mengikuti tak jarang
menjadikan seseorang kehilangan semangat hidup. harusnya berpikir positif untuk
orang lain, seringkali orang seperti ini hanya bisa berpikir hanya untuk
pribadi dirinya saja dan tidak ingin membuat sesuatu yang ‘baru’. Sebaliknya,
orang yang punya etos kerja tinggi akan berusaha terus. Meski duka lebih sering
menyapa, tapi hal itu tak menyurutkan ghirah atau semangat hidupnya. Ia tetap
memiliki visi yang tajam serta tekad yang tinggi. Hal itu diperagakan oleh
sosok pemuda Muhammad yang menjadikan tantangan sebagai peluang untuk sukses
hingga ia tumbuh menjadi pemuda yang bergelar Al-Amin atau yang terpercaya dari
masyarakat. Segala rintangan dan kesulitan hidup hanya menjadi batu loncatan
bagi pemuda Muhammad meraih kesuksesan hidup.
Dengan adanya karakteristik sosok pemuda
ideal yang dicontohkan dalam al-Qur’an dan al-Hadits diharapkan bisa menjadi
sumber inspirasi bagi para pemuda Indonesia dahulu, masa kini dan masa depan.
DAFTAR PUSTAKA
§ Pemuda Dalam Islam | Al-Atsariyyah.Com
§ Catatan Seorang iLmuwan ..: Pemuda Dalam
Pandangan Islam
§ Lamuri Online: Pemuda, Dimanakah Kalian
Berada? Oleh : Ahmad Faizuddin, M.Pd
§ PERAN PEMUDA DALAM ISLAM (Sebuah Refleksi
Pemuda Dahulu dan Sekarang) Oleh: Dedi Sufriadi ed Daudy
§ Panggung Pemuda Oleh: Anis matta, Lc
§ Pesan untuk Pemuda Islam « Aufia, blognya
keluarga Aufa
http://majalah.hidayatullah.com/?p=2907
Read more
Terakhir kali saya mengingatkan sebelum kita
berpisah, peringatan ini buat diri saya sendiri dan semua masyarakat khususnya
pemuda-pemuda muslim, Al-qur’an, hadist, sahabat-sahabat Rasul, ulama-ulama
banyak berpesan buat kita-kita anak muda (penulisnya merasa muda ni hhe…).
Allah ber firman: “Kami ceritakan kisah
mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah
pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka
petunjuk”;[ Al Kahfi:13]
Rosulullah SAW berpesan:“Jagalah lima hal
sebelum datangnya lima hal: masa mudamu sebelum masa tuamu, kesehatanmu sebelum
datang sakitmu, kayamu sebelum datang fakirmu, masa senggangmu sebelum datang
masa sibukmu, dan hidupmu sebelum datang matimu” (HR Al Hakim.)
Rosulullah ditanya tentang apa yang akan
dibalas dengan pahala atau siksa di hari kiamat, beliau menjawab:” Dia akan
ditanya tentang apa yang ia perbuat untuk masa mudanya”. (HR Tirmidzi)
DR Abdullah Nasihih Ulwan menasihatkan:
Ingatlah wahai pemuda muslim…. kalian tidak akan dapat
meraih suatu kemenangan bila tanpa dibarengi dengan iman dan taqwa, muroqobah
dengan Allah dengan sembunyi atau terang terangan. Perbaikilah niatmu. Jagalah
dirimu dari maksiyat dan dosa. Kuasailah hawa nafsu dan jauhilah dari fitnah
kehidupan dunia. Sebenarnyalah misi Islam itu akan terwujud dengan:
1. Iman yang
kuat [ Al Hujurat;15]
2. Keihlasan
yang sungguh-sungguh [ Al bayyinah :5]
3. Tekad yang
kuat tanpa rasa takut [Al Ahzab :39]
4. Usaha yang
berkesinambungan [ At Taubah:105]
Pesan saya pribadi, ingatlah
sahabat-sahabatku kita sebagai seorang pemuda itu tidak lagi bicara tentang
perbedaan tapi tentang persamaan, juga tidak lagi bicara janji-janji tapi
bicara kinerja, kita bekerja dalam sebuah tim bukan bekerja hanya untuk
kejayaan pribadi kita. Karena bangsa kita ini tidak akan pernah berdiri hanya
dengan perjuangan satu orang, hanya dengan ide satu orang, oleh karena itu
marilah kita keluar dari kandang kita masing-masing untuk berkumpul
bersama-sama dalam satu lapangan yang luas dan dengan warna ‘baju’ yang
berbeda-beda tapi dengan satu semangat yang sama dan tetap satu misi, dan
dengan bersama-sama kita meneriakan di lapangan yang luas itu dengan kalimat
yang sama “MASA DEPAN INDONESIA!!!”
BANGKITLAH NEGERIKU HARAPAN ITU MASIH ADA…!!!!
By : Suhail . . .
Read more
PEMUDA..??
saya mengajak anda sekalian pembaca terlebih dahulu untuk merenungi, apa yang
terlintas di benak pembaca sekalian tentang pemuda?
Islam
adalah agama yang sangat memeperhatikan dan memuliakan para pemuda. Begitupun
al-Qur'an sendiri juga banyak menceritakan gambaran-gambaran mengenai pemuda,
Begitu juga ada banyak hadist yang menceritakan tentang pemuda, sebagaimana
salah satu hadist ini, Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda dalam
hadits Abdullah bin Mas’ud -radhiallahu ‘anhu-, “Tidak akan beranjak
kaki anak Adam pada Hari Kiamat dari sisi Rabbnya sampai dia ditanya tentang 5
(perkara) : Tentang umurnya dimana dia habiskan, tentang masa mudanya dimana
dia usangkan, tentang hartanya dari mana dia mendapatkannya dan kemana dia
keluarkan dan tentang apa yang telah dia amalkan dari ilmunya”. (HR.
At-Tirmizi) Hadits di atas jelas menunjukkan bahwa masa muda merupakah
salah satu nikmat terbesar yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan
Allah, sekaligus menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan usia
muda dan para pemuda.
“Setiap kali saya menghadapi masalah-masalah besar yang saya
panggil adalah anak-anak muda (Umar bin khattab”). Perkataan Umar ini juga
menunjukan bahwa begitu besarnya pengaruh yang bisa diciptakan oleh
tangan-tangan para pemuda dan juga tidak diragukan lagi bahwa para pemuda
memiliki peran yang sangat penting dalam tatanan kehidupan manusia secara umum dan
masyarakat kaum muslimin secara khusus
Pemuda dan islam , kita semua mengetahui
bahwa dua kata tersebut adalah dua pondasi yang mempunyai pengaruh besar dalam
keberlansungan hidup pribadinya, keluarganya, masyarakatnya tempat dia tinggal
dan bahkan Negara yang dia tinggali, dan dengan kedua kata tersebutlah jika
saling bersatu Insya Allah dunia ini akan menuju kepemimpinan yang hakiki
Sepanjang sejarah manusia, pemuda adalah
pelopor, karena banyak di temukan berbagai perubahan yang terjadi di setiap bangsa,
pemuda adalah penggeraknya. Di balik setiap transformasi sosial, motor utamanya tak lain
adalah pemuda. Ibarat sang surya, maka pemuda bagaikan sinar matahari yang
berada pada tengah hari dengan terik panas yang menyengat. Berbagai bakat,
potensi, kecenderungan, baik mengarah kepada kebaikan maupun kepada kejahatan
memiliki dorongan yang sama kuatnya ketika pada masa muda. Itulah sebabnya,
kegagalan dan keberhasilan seseorang, kematangan kepribadian manusia pada masa
tua ditentukan oleh masa mudanya.
Pemuda juga di harapkan sebagai wajah dan potret masa depan
Indonesia, oleh karena itu mengapa pemuda bagian dari salah
satu tiang suatu Negara yang berarti sebagai salah satu factor
terbentuknya suatu Negara menuju masyarakat yang madani, tapi kita telah
dikagetkan oleh sebuah fakta yaitu begitu banyak dari generasi muda saat ini
yang sudah jauh dari agama, hancur moralnya dan buruk kelakuannya. Sehingga
kedepannya secara otomatis juga akan berdampak buruk terhadap lingkungan
tersebut, Secara garis besar hal ini dikarenakan pembentukan dari karakter
pemuda tersebut belum menyadari akan akar sejarahnya dengan kuat, yang dimana
banyak pemuda yang kita ketahui pada zaman dahulu banyak membuat decak kagum
kita, tapi sekarang kita sekali lagi dikagetkan oleh sebuah fakta bahwa
generasi muda saat ini mengalami Krisis karakter.
Pemuda
juga ketika kita mendengar katanya bisa lansung banyak mengartikan dari
sejarah-sejarah yang pernah ada akan kehebatan dari seorang pemuda, dari nilai
umum yang kita ketahui akan kehebatan-kehebatan yang dimiliki oleh seorang
pemuda yaitu energy yang berlebih, semangat yang membara, kekuatan yang
tiada habisnya, daya kreasi yang tak pernah terhenti dan generasi untuk
kepemimpinan masa depan, tapi itu semua tetap kita kembalikan lagi kepada
bagaimana pembentukan karakter pribadi dari pemuda itu sendiri yang itu akan
menjelaskan bagimana dia akan terbentuk seperti yang diharapkan, bahkan salah
seorang ulama mengatakan bahwa tampilnya kebaikan umat, tergantung bagaimana
kebaikan akhlak pemudanya. Hal ini membuktikan bahwa pemuda adalah sebuah
bagian penting dalam kehidupan masyarakat sebagai keberlansungan hidup yang
sejahtera.
DAFTAR PUSTAKA
§ Pemuda Dalam Islam | Al-Atsariyyah.Com
§ Catatan Seorang iLmuwan ..: Pemuda Dalam
Pandangan Islam
§ Lamuri Online: Pemuda, Dimanakah Kalian
Berada? Oleh : Ahmad Faizuddin, M.Pd
§ PERAN PEMUDA DALAM ISLAM (Sebuah Refleksi
Pemuda Dahulu dan Sekarang) Oleh: Dedi Sufriadi ed Daudy
§ Panggung Pemuda Oleh: Anis matta, Lc
§ Pesan untuk Pemuda Islam « Aufia, blognya
keluarga Aufa
§ http://majalah.hidayatullah.com/?p=2907
Read more
Berawal dari sebuah diskusi hangat bersama Ust.Anis matta, Lc pada hari minggu (15 april 2013) di sebuah ruangan yang cukup nyaman dan kondusif, kami berdiskusi dan mendengarkan sebuah siraman motivasi dan ruhani yang tidak bisa dihargai oleh materi apapun karena itulah yang kami perlukan untuk terus bersatu, berkarya dan bermanfaat untuk orang lain.
Dalam sebuah
diskusi ringan yang di selingi dengan tawa dan candaan ringan, ada sebuah
usulan bagus dari salah satu anggota garuda keadilan untuk bisa memberikan slot
waktu penampilan dan kreasi seni para seniman garuda keadilan di sebuah acara
besar yaitu Milad PKS yang ke XV, kemudian presiden PKS pun menyetujuinya dan
memberikan arahan untuk berkoordinasi dengan ust. Taufik Ridho dan para panitia
pelaksana di Semarang.
Semangat
antusiasme yang bagus adalah rasa yang pertama kali dapatkan setelah diterima
usulan tersebut, oleh karena itu kami mulai bergerak dengan cepat dan menyusun
strategi untuk menampilkan sebuah pertunjukan seni yang bagus dan menarik. Ada
banyak anggota garuda keadilan yang ingin hadir dan berkontribusi dalam
memeriahkan acara ulang tahun PKS tersebut, karena ini adalah sebuah momen
besar untuk menunjukkan skill dan kesenian yang dimiliki garuda keadilan untuk
memperlihatkan sayap yang indah dan menunjukkan taring taring yang tajam kepada
semua orang.
Garuda keadilan
sudah tersebar di beberapa provinsi Indonesia, diantaranya ada garuda keadilan
provinsi Sumatra, Jakarta, Jawa barat, Jawa tengah, Jawa timur, Kalimantan,
Sulawesi, dan insya allah akan berlanjut ke papua. Alhasil yang menjadi
perwakilan dari garuda keadilan adalah, para pengurus dari garuda keadilan
pusat, garuda keadilan Jakarta, dan garuda keadilan Sumatra, semuanya bertotal
sekitar 30 orang.
Latihan pun
mulai kami lakukan setiap hari sebelum tampil di atas panggung, kami hanya
mempunyai waktu sekitar 3 hari untuk berlatih dan menyelesaikan semua urusan
seperti akomdasi keberangkatan dan penginapan, kordinasi waktu, dan
konsumsi,juga urusan teknis yang lainnya. Perjalanan pun tidak mulus, ada
banyak rintangan yang kita harus dilewati dan dihadapi, mulai dari masalah
koordinasi dengan panitia yang terhambat dan ada nya miss komunikasi, akomodasi
keberangkatan yang simpang siur, penginapan yang belum bisa dipastikan, musibah
yang menimpa salah satu anggota kami, jadwal latihan yang singkat dan berbagai
macam ujian dan masalah lainnya. Dengan izin allah kami diberi kekuatan untuk
melewati semua ujian yang ada dan akhirnya bisa pergi ke Semarang dengan
selamat.
Penginapan dan
akomodasi konsumsi dibagi ke beberapa tempat penginapan yang sudah disiapkan
oleh panitia, dan kami bepencar sesuai dengan arahan dan ketentuan panitia.
Garuda keadilan Pusat dan Sumatra berada di penginapan khusus untuk wilayah
Sumatra dan sekitarnya, sedangkang Garuda Keadilan Jakarta di tempatkan bersama
para pengurus daerah khusus untuk daerah Jakarta dan sekitarnya.
Waktu
penampilan pun dimulai, kami dijadwalkan untuk melakukan gladiresik terlebih
dahulu pada tanggal 19 april 2013 jam 16.00-18.00, optimisme dan semangat yang
membara menjadikan kami seakan air tsunami yang menghantam seluruh masalah yang
menghadang dan angin puyuh yang menghancurkan semua cobaan. Penampilan awalpun
dimulai, yaitu pengurus garuda keadilan pusat (Furqon, izzat, dan usaid dkk)
membawakan senandung nasyid yang indah dan merdu seperti kicauan burung di pagi
hari yang menyapa dedauanan dan ranting-ranting yang bergelayutan sambil
bertasbih kepada-Nya.
Penampilan Band
dari garuda keadilan Sumatra-pun tidak mau kalah, dengan penuh kreativitas dan
skill pemuda Indonesia, mereka membawakan lagu-lagu terbaiknya dan membuat para
hadirin terhibur dengan nyanyian dan alunan music yang indah dan selaras,
bagaikan nada yang menyatu dan menciptakan harmoni di setiap bait baitnya.
Tampilan
tampilan para pengurus garuda keadilan pusat dan Sumatra telah membuat satu
catatan sejarah yang patut dicatat dan dicontoh dengan baik, maka para pengurus
garuda keadilan Jakarta termotivasi untuk mengikuti dan menorehkan tinta emas
dalam penampilan seni tersebut untuk membuktikan bahwa sang garuda itu siap
terbang dan tampil diudara dengan kepakan sayapnya dan paruhnya yang indah juga
tajam.
Kerikil dan
batu ujian pun hadir, para pengurus garuda keadilan Jakarta di prediksi tidak akan
bisa tampil karena masalah waktu yang padat , ada “ngaretnya” acara , ditambah cuaca buruk yang sudah
mulai gerimis ditempat pentas seni. Semangat dan antusiasme pengurus garuda
keadilan Jakarta mulai berkurang dan bingung, karena mereka sudah siap tampil
untuk melakukan pantomim dan puisi dengan judul “pergolakan Partai Keadilan
Sejahtera”.
Allah menjadi
tempat kembali sekaligus menjadi sumber kekuatan yang nyata, sehingga dengan
kemurahan hatinya dan rahmat Allah gerimis pun mulai berhenti dan panitia
menetapkan bahwa garuda keadilan Jakarta bisa tampil di atas panggung pada jam
21.30 dengan durasi 10 menit. Seakan harimau yang bangun dari tidurnya, para
pengurus garuda keadilan siap untuk tampil diatas panggung dengan semangat dan
percaya diri.
Waktu
penampilan pun dimulai, para aktor pantomime masuk ke dalam panggung dan
menampilkan sebuah gerakan yang “slow motion” kemudian melakukan “koreo”
(gerakan) yang sudah diatur agar para
hadirin bisa membaca apa maksud dari pantomime tersebut kemudian diakhiri
dengan puisi yang begitu menggugah semua orang sehingga ada salah seorang
hadirin yang bersemangat dan ada juga yang meneteskan air matanya ketika
menghayati bait demi bait.
Tujan dan
maksud dari pantomime tersebut tidak lain untuk menciptakan semangat yang
menjulang tinggi dan sebagai rasa cinta kami kepada ayah kami yaitu ust.luthfi
hasan ishaaq yang telah mendidik dan mengajari kami nilai nilai pejuangan agar
kami bisa terus berjuang dan bisa menjadi sultan Muhammad Al fatih (penakluk
konstatinopel) dan thariq bin ziyad sang penakluk Andalusia (spanyol). Sebelum
tampil, Aktor pantomime-pun di seleksi dengan ketat dan dengan sengaja pembaca puisi langsung
dibacakan oleh putri ust luthfi yaitu (mardhiyah luthfi) juga ditemani oleh
Muhammad fayruz agar tampilan bisa sesuai , sukses dan sempurna. Alhasil rating
yang didapat para pengurus garuda keadilan Jakarta adalah sangat baik juga
memuaskan.
Semakin bisa
merasakan rasa pahit, maka seseorang akan bisa merasakan rasa manis yang tiada
tara, itulah prinsip yang kami pegang teguh untuk mengarungi bahtera perjuangan
ini agar bisa kokoh dari badai yang ada, karang-karang yang menghadang, ombak
liar yang menghambat sehingga kami bisa sampai di pulau yang dicita citakan
yaitu kesuksesan di dunia dan akhirat.
Waktu untuk
berpisah sudah datang, para peserta Milad PKS mulai berpulangan ke masing
masing daerahnya, karena memang acara sudah ditutup pada malam pentas seni
(19-04-2013) dan sekarang adalah waktu untuk pulang dan berpisah diantara kami
semua, ada rasa sedih yang terselubung diantara kami karena harus berpisah,
juga ada rasa bahagia karena seluruh pengurus garuda keadilan telah
berkontribusi dengan baik dalam acara pentas seni dan budaya dan semua itu
membuat kami saling mendoakan didalam sujud dan alunan doa rabithah yang dibaca
setiap harinya, maka kami saling berpamitan dan bersalam salaman dengan semua
peserta juga panitia untuk menghapuskan dosa dosa yang telah dilakukan dengan
sengaja atau tidak sengaja pada acara tersebut, semoga Allah memberkahi seluruh
langkah dan perjuangan agar bisa mendapatkan ridho dan surganya diakhirat di
akhirat nanti.
Kereta,
kendaraan yang kami pakai untuk berpulang ke masing masing daerah kami, dengan
kecepatan, fasilitas, harga terjangkau dan daya waktu yang sangat efektif
menjadikan alat transportasi yang cocok kami gunakan, walaupun ada yang kembali
ke daerahnya menggunakan kendaraan pribadi, pesawat atau bis tidak membuat kami
terpecah dan jatuh kedalam sifat-sifat buruk seperti iri, dengki, ria, dll.
Naudzubillah.
Penulis
: Sa’id Al-khudry
·
Ketua Garuda Keadilan Jakarta
·
Trainner qur’an
·
Public speaker
·
Master ceremony
·
Mahasiswa LIPIA
Read more
Langganan:
Postingan (Atom)




